Tasikmalaya, Jamkesnews – Maman Koswara (62) adalah peserta program JKN – KIS yang berprofesi sebagai petani di Kampung Selaawi, Kelurahan Mugarsari, Kecamatan Tamansari, Kota Tasikmalaya dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang ditanggung oleh Pemerintah. Pada bulan Januari 2021, Maman mengalami rasa nyeri ketika membuang air kecil selama beberapa hari.

“Di awal tahun 2021, saat buang air kecil, air yang keluar hanya sedikit seperti tersendat-sendat dan ada rasa nyeri sampai saya tidak bisa tidur hingga beberapa malam,” cerita Maman yang ditemui di kediamannya, Kamis (27/05).

Setelah beberapa hari mengeluh pada pihak keluarga kemudian pihak keluarga memutuskan membawa Maman ke Puskesmas Sangkali di mana ia terdaftar. Ketika pihak Puskesmas melihat kondisi Maman ternyata harus adanya tindakan lebih lanjut di Rumah Sakit, kemudian pihak Puskesmas memberikan surat rujukan untuk pemeriksaan lebih lanjut di RS TMC. Maman menjalani pemeriksaan di Rumah sakit tersebut, dari hasil pemeriksaan Maman mengalami kanker prostat.

Kanker prostat adalah kanker pada pria yang berkembang di dalam kelenjar prostat, dan umumnya ditandai dengan gangguan buang air kecil. Sebagian besar penderita kanker prostat berusia di atas 60 tahun. Kanker ini tidak bersifat agresif dan berkembang secara perlahan. Prostat adalah kelenjar kecil yang terletak di bagian dasar kandung kemih. Kelenjar ini merupakan bagian dari sistem reproduksi dan posisinya mengelilingi saluran yang membawa urine dari kandung kemih ke penis.

“Saya dan keluarga sangat kaget ketika dokter menyarankan saya untuk dilakukan tindakan operasi laser apalagi saat ini sedang dalam keadaan Covid, saya sangat khawatir dengan kondisi kesehatan saya. Tetapi saya yakin saya dapat sembuh dan bisa sehat kembali,” ujarnya.

Maman mendapatkan perawatan rawat inap di RS tersebut selama 4 hari. Maman mendapatkan tindakan Operasi laser pada hari ke dua. Selain diberikan tindakan operasi laser, Maman juga diberikan tindakan sterilisasi pembersihan. Pihak medis dan dokter dari rumah sakit tersebut melayani Maman dengan baik dan ramah.

Sebagai seorang warga yang berprofesi sebagai petani yang menerima bantuan jaminan Kesehatan dari pemerintah, Maman merasakan manfaat yang sangat luar biasa dari hadirnya program ini dan sangat meringankan beban hidup.

Alhamdulillah dengan program ini saya tidak mengeluarkan biaya sedikit pun saat dilakukannya tindakan selama di rumah sakit, saya merasa sangat terbantu dengan adanya program ini. Pada saat pelayanan di Rumah Sakit pun saya merasa sangat nyaman, karena pihak medis dan dokter yang melayani dengan baik dan ramah. Tidak hanya saya saja, seluruh keluarga saya terdaftar menjadi peserta penerima bantuan iuran (PBI), meskipun gratis, saya berharap saya dan keluarga selalu diberikan kesehatan,” tutup Maman. (BS/ha)